"Nicholas-kun, kau mendengarkanku?"
Seorang pendeta paruh baya di hadapanku memanggil dengan ekspresi curiga, tapi aku—Nicholas Fleetrand—sedang tidak dalam kondisi untuk mempedulikannya.
Soalnya, aku baru saja mengingat kembali kenangan kehidupan sebelumnya.
Kesimpulannya, tampaknya aku telah bereinkarnasi ke dunia lain.
Lebih parahnya lagi, dari semua tempat, ini adalah dunia dari game doujin eroge bergenre NTR dengan latar fantasi ala Eropa abad pertengahan berjudul "Luminous Broken Days III", yang pernah kumainkan di kehidupan sebelumnya.
Kenapa harus yang "III", ya?
Karena ini adalah seri yang sangat populer dengan total dua belas judul, termasuk cerita sampingannya.
Atau lebih tepatnya, dunia kehidupanku sebelumnya itu seberapa banyak sih penggemar NTR-nya? Jaga kesehatan mental kalian, dong.
Terlebih lagi, tempat reinkarnasiku kali ini adalah sebagai tunangan... maksudku, sebagai pria yang di-NTR, yang tunangannya—sang heroine—direbut. Bikin depresi berat, tahu.
"Nicholas-kun! Kau mendengarkanku?!"
"Ah, ya."
Karena aku terus mengabaikannya, pendeta yang mulai kesal itu akhirnya membentakku.
Tapi, aku juga sedang shock berat di sini, jadi kuharap dia bisa sedikit lebih peka... meskipun sejujurnya, justru akulah yang tidak peka situasi.
Pasalnya, sekarang aku sedang berada di tengah-tengah Upacara Pemberian Skill.
Di dunia ini, setiap orang yang mencapai usia enam belas tahun akan diberikan kemampuan yang disebut "Skill" oleh dewa.
Tentu saja, ini juga ada sebagai setting di dalam game, dan para karakter termasuk heroine, mengandalkan skill unik mereka untuk bertarung melawan monster... kau kira begitu, kan?
Namun, di dalam game sebenarnya, command skill itu tidak ada, yang ada hanyalah 'Fight', 'Magic', 'Kabur', dan 'Item'. Entah ke mana setting skill itu.
Terlepas dari apakah itu bug atau memang sengaja dibuat begitu oleh circle doujin-nya, saat aku sibuk membasmi monster, sang heroine yang adalah tunanganku, akan dengan rapi di-NTR oleh pria selingkuhan.
Yah, itu sih pola yang umum di eroge NTR macam ini.
Yang terpenting, alasan aku mengingat kenangan kehidupan sebelumnya adalah karena dampak dari "itu" yang muncul di atas kepala sang pendeta terlalu kuat.
Jadi, kualihkan pandanganku sekali lagi ke arah "itu".
――――――――――――――――――――
Nama: Yochem Grumbach
Jenis Kelamin: Pria
Usia: 48
Ras: Manusia
Pekerjaan: Pendeta (Kardinal)
Skill: [Sihir Elemen Cahaya]
Jumlah Pengalaman: 7 Orang
Tingkat Pengembangan (Mulut): 76
Tingkat Pengembangan (Dada): 61
Tingkat Pengembangan (Vagina): 0
Tingkat Pengembangan (Bokong): 88
Tingkat Afeksi: 30
――――――――――――――――――――
...Curigaku benar. Tidak salah lagi, ini persis seperti Ero Status yang muncul di game.
Mulai dari bingkai persegi dengan latar belakang yang sedikit transparan, hingga font-nya yang berwarna putih bergaya gothic, semuanya benar-benar identik dengan yang ditampilkan di 'Luminous Broken Days III'.
Padahal di gamenya, yang bisa dilihat hanyalah Ero Status milik sang heroine saja.
Lalu, kenapa aku bisa melihat status orang yang bukan heroine? Kalau ditanya begitu, akulah yang justru ingin bertanya, tapi kemungkinan besar penyebabnya adalah...
"Nicholas-kun! Cepat katakan apa Skill yang kaumiliki!"
"Ah, ya. Skillku adalah [Status Open]."
Benar... entah bagaimana, skill yang diberikan kepadaku adalah [Status Open].
Tunggu, tunggu. Apa ini pantas disebut skill? Di dalam game, ini hanyalah command biasa yang sudah menjadi perlengkapan standar protagonis sejak awal.
Lagipula, coba pikir.
Meskipun dunia ini adalah eroge doujin NTR, apa gunanya bisa melihat Ero Status seperti ini?
Kesempatan langka bereinkarnasi ke dunia lain, aku ingin sedikit... yah, skill cheat terkuat seperti yang ada di light novel.
"[Status Open]...? Itu, itu maksudnya apa...?"
Seorang pendeta muda tampan yang berdiri di belakang pendeta paruh baya itu bertanya.
Wajar saja mereka tidak mengerti kalau cuma disebut [Status Open].
Orang dengan skill macam ini bahkan tidak muncul di gamenya.
Omong-omong, begini.
――――――――――――――――――――
Nama: Nathan Troy
Jenis Kelamin: Pria
Usia: 21
Ras: Manusia
Pekerjaan: Pendeta
Skill: [Sihir Elemen Cahaya]
Jumlah Pengalaman: 1 Orang
Tingkat Pengembangan (Mulut): 65
Tingkat Pengembangan (Dada): 43
Tingkat Pengembangan (Vagina): 0
Tingkat Pengembangan (Bokong): 11
Tingkat Afeksi: 30
――――――――――――――――――――
Begitulah status pendeta tampan itu.
Ngomong-ngomong, kalau dibandingkan dengannya, status pendeta paruh baya tadi terasa sangat aneh.
Dia kan pria, jadi wajar saja Vagina-nya nol, tapi Tingkat Pengembangan yang lain (terutama Bokong) sangat tinggi.
"Yochem-sama, ini..."
"...Entahlah. Tapi, jangan memasang wajah cemas seperti itu. Sayang sekali ketampananmu jadi sia-sia, tahu?"
Pendeta paruh baya itu tersenyum menghibur pendeta tampan yang kebingungan.
Pendeta tampan itu membalas dengan pipi merona dan tatapan penuh kekaguman.
Tidak salah lagi. Keduanya, berpasangan.
Padahal aku sedang kacau berat karena ingatan kehidupan sebelumnya yang baru saja kembali, kenapa aku harus menyaksikan urusan BL dua orang pendeta pria ini?
Terlebih lagi, aku sama sekali tidak ingin tahu info seperti yang bisa kubayangkan dari status mereka, bahwa pendeta tampan itu yang berperan sebagai seme dan pendeta paruh baya sebagai uke.
"Anu... bagaimanapun juga, karena aku sudah menerima skill, apa aku boleh pergi sekarang...?"
"...Cepatlah pergi."
Saat aku ragu-ragu bertanya pada mereka yang saling bertatapan, kedua pendeta itu—mungkin merasa diganggu dunia mereka sendiri—menunjukkan gestur terus terang yang mengusirku dengan ekspresi kesal.
Padahal justru aku korbannya di sini. Menyebalkan sekali.
Meski begitu, karena aku ingin pergi dari tempat ini secepatnya, aku pun buru-buru meninggalkan ruangan itu.
◇◆◇◆◇
"Haaaah... sial banget..."
Dalam perjalanan menuju kelasku sendiri, aku menghela napas sangat panjang dan merosotkan bahu.
Tempat yang menjadi latar 'Luminous Broken Days III' adalah "Akademi Kekaisaran Luminous" yang dikelola oleh "Kekaisaran Luminous", salah satu kekuatan besar di antara negara-negara barat.
Aku, para heroine, dan termasuk para pria selingkuhan—hampir semua karakter yang muncul—adalah siswa atau orang yang berhubungan dengan akademi ini, dan dibuat menggunakan software pembuat game bernama 'RPG Create'.
Ini adalah pengetahuan yang dipahami oleh orang yang kenal game doujin, jadi penjelasan detailnya kulewati saja.
Hm? Apa maksudnya 'para pria selingkuhan'?
Orang yang pernah memainkan eroge NTR pasti tahu, biasanya pria selingkuhan itu ada lebih dari satu.
Game ini juga adalah eroge doujin NTR standar, jadi seperti biasa, ada empat pria selingkuhan.
"Masalahnya, sampai sejauh mana skenario game ini sudah berjalan sekarang..."
Cerita utama 'Luminous Broken Days III' dimulai pada musim semi saat kami semua berusia enam belas tahun.
Meskipun begitu, ini 'mengaku sendiri' sebagai eroge.
Nah, sekarang sudah bulan Mei, jadi sudah satu bulan berlalu sejak game dimulai.
Apa yang ingin kusampaikan adalah, jika cengkeraman iblis pria selingkuhan belum mendekati sang heroine, aku punya harapan tipis kalau NTR ini bisa dicegah.
Hanya saja.
"...Game ini tidak punya ending di mana heroine-nya tidak di-NTR."
Beberapa eroge NTR menyediakan happy ending di mana NTR-nya dicegah, antara pria yang di-NTR dan sang heroine, tapi sayangnya 'Luminous Broken Days III' secara khusus berfokus pada NTR, sehingga hal semacam itu tidak ada.
Yang ada hanyalah 'Ending Di-NTR' dengan keempat pria selingkuhan.
...Meski sebenarnya ada juga 'Pure Love Ending' dengan pria selingkuhan, tapi pada akhirnya itu tetap NTR.
Di kehidupan sebelumnya, sebagai corporate slave di perusahaan eksploitatif, mental itu sudah sakit dalam berbagai hal, jadi aku lebih suka memainkan eroge seperti NTR yang bisa menghancurkan mental.
Mungkin ini bisa dibilang berkat celaka, karena itulah aku bisa langsung memahami dunia macam apa ini dan siapa diriku sebenarnya, tapi meski begitu, apa tidak keterlaluan bereinkarnasi menjadi pria yang di-NTR?
Kenapa di kehidupan sebelumnya aku sudah menderita, setelah reinkarnasi pun aku harus mengalami hal yang tidak menyenangkan lagi?
"Haaaah... pokoknya, pertama-tama aku harus memeriksa sejauh mana progres skenario sekarang, baru setelah itu..."
Sekali lagi aku menghela napas sangat panjang, lalu membuka pintu kelas '2-A'-ku.
Maka.
"Ah, Nico!"
Seorang siswi yang melihatku langsung tersenyum lebar dan berlari menghampiri.
Rambut panjang perak yang indah, dan mata yang bersinar seperti aquamarine.
Wajah dengan fitur yang proporsional, kulit putih yang bening, dan bibir merah muda yang mungil.
Sesuai standar heroine eroge, tubuhnya juga luar biasa; sesuai profil yang tertera di situs dukungan circle doujin-nya, ukuran dadanya adalah G-cup.
——Heroine 'Luminous Broken Days III', Lea Kleinert.
"Nah, bagaimana? Skill apa yang kau dapatkan?"
"Wo, wo, tenanglah."
Lea mendekatkan tubuhnya dan bertanya dengan mata berbinar.
Gelarnya adalah putri seorang Count dan tunanganku, tapi selain itu, dia juga teman masa kecilku.
Putri bangsawan, tunangan, teman masa kecil... kalau dipikir-pikir, ini kombo penuh atribut NTR.
"Cepat, cepat, beri tahu aku."
"B-benar juga, ya. Skillku sepertinya yang namanya [Status Open]."
"Apa itu?"
Seperti yang kuduga, sepertinya dia tidak langsung paham, Lea memiringkan kepalanya kecil.
Yah, wajar sih. Pendeta tadi juga begitu, reaksi macam itulah yang keluar.
"Yah, sudahlah. Kemampuan macam apa itu?"
"Kemampuan macam apa...?"
Mana mungkin aku bilang kalau aku bisa melihat Ero Status.
Bayangkan kalau itu sampai ketahuan. Aku pasti akan langsung dicap mesum dan kehilangan tempat di dunia ini.
"Ti-tidak, bukan kemampuan yang hebat, kok. Paling-paling hanya bisa melihat nama atau usia lawan bicara."
Sambil menjawab dengan mengelak dalam batas yang tidak bohong, aku tiba-tiba berpikir untuk melihat status Lea... tapi.
――――――――――――――――――――
Nama: Lea Kleinert
Jenis Kelamin: Wanita
Usia: 16
Ras: Manusia
Pekerjaan: Putri Count (Pelajar)
Skill: [Pesona Penghancur Kerajaan]
Jumlah Pengalaman: 1 Orang
Tingkat Pengembangan (Mulut): 87
Tingkat Pengembangan (Dada): 89
Tingkat Pengembangan (Vagina): 94
Tingkat Pengembangan (Bokong): 26
Tingkat Afeksi: 100
――――――――――――――――――――
Sayangnya, ternyata dia sudah di-NTR. Sialan.
"Nico...?"
Lea menatap wajahku dan memanggil dengan cemas.
Maaf, ya. Sekarang aku sedang benar-benar tidak punya ketenangan untuk meladenimu.
Atau lebih tepatnya, status ini benar-benar gawat.
Padahal cerita utama game ini baru berjalan sekitar satu bulan, tapi Tingkat Pengembangannya sudah jelas-jelas seperti mendekati akhir permainan.
Satu-satunya penghiburan mungkin karena Tingkat Pengembangan Bokongnya belum mencapai nilai yang dibutuhkan untuk anal s○x (perlu Tingkat Pengembangan (Bokong) 40 ke atas), artinya dia belum sepenuhnya jatuh total.
Meskipun sepertinya itu hanya masalah waktu saja.
Perlu dicatat, 'Luminous Broken Days III' memiliki sistem di mana satu turn maju satu minggu.
Upacara pembukaan tahun kedua adalah saat game dimulai, jadi sampai hari ini, paling banyak cerita seharusnya baru berjalan sekitar lima turn.
"Hei, apa jangan-jangan skill Nico itu, selain nama dan usia, bisa mengetahui hal lain juga...?"
Saat kusadari, Lea yang wajahnya sudah putih, kini menjadi semakin pucat, dan bertanya dengan takut-takut.
Hmm... untuk saat ini, sebaiknya aku diam dulu.
Aku juga perlu mengidentifikasi pria selingkuhan mana yang telah meniduri Lea, dan akan merepotkan jika aku asal bicara lalu pihak lawan mengambil langkah lebih dulu.
"Mana mungkin. Seperti yang kukatakan tadi. ...Yah, ini yang biasa disebut skill sampah."
Mengatakannya saja membuatku sedih, tapi memang mengetahui Ero Status itu tidak ada gunanya.
Meskipun sangat membantu untuk memastikan apakah tunanganku sudah di-NTR atau belum.
"Be-begitu, ya. ...Yah, jangan terlalu sedih. Dibanding skill, Nico punya banyak kelebihan lain, kok."
Karena aku menyebutnya skill sampah, Lea memberiku tatapan simpati dan melontarkan kata-kata penghiburan.
Tapi lebih dari itu, dia terlihat sedikit lega.
Saat itu.
——Kring, kring.
"Ah, waktu istirahatnya sudah habis, ya."
"Benar..."
Setelah berkata begitu, Lea melambai kecil dan kembali ke tempat duduknya.
Aku juga menghela napas ringan dan duduk di kursiku.
Tetapi.
"Apa yang harus kulakukan, ya..."
Aku menyandarkan berat badanku ke sandaran kursi, lalu melipat tangan di belakang kepala dan menatap langit-langit.
◇◆◇◆◇
"Nico-kun juga kena musibah, ya."
Yang memberiku tatapan simpati sambil berkata begitu adalah teman sekelasku, Theo Heinkes.
Dia pria mungil berwajah imut seperti hewan kecil, tapi sebenarnya adalah salah satu pria selingkuhan yang muncul di seri ketujuh Luminous, 'Luminous Broken Days VII'.
Omong-omong, seluruh seri Luminous mengambil latar di Akademi Kekaisaran Luminous.
Jadi, intinya, di akademi ini, heroine yang di-NTR, pria yang di-NTR, dan pria selingkuhan semuanya berkumpul.
Oleh karena itu, wajar saja jika Theo yang merupakan pria selingkuhan dari seri berbeda, dan aku sebagai pria yang di-NTR, bisa menjadi teman sekelas dan berteman, tapi...
(Tunggu, apa tidak apa pria yang di-NTR dan pria selingkuhan saling berteman?!)
Batinku mencoba menyindir.
Yah, fakta ini tidak akan berubah sih.
"Aku tidak peduli soal skillku. Lebih penting dari itu, kau sendiri, gurunya itu sudah menikah. Jangan memperumit cinta yang salah arah dan jadi penguntit."
"Hah?! A-apa yang kau katakan?!"
Begitu kuberi peringatan, dia jelas-jelas jadi gelisah.
Ternyata memang begitu dasarnya, dia ini pria selingkuhan. Mulai sekarang harus kuperhatikan.
Lagipula.
"............................"
Sejak tadi, tatapan Lea menusuk.
Mengamati? Mengawasi? Pokoknya, aku merasa dia mengawasiku kalau-kalau aku mengambil tindakan mencurigakan.
(Ngomong-ngomong, siapa ya pria selingkuhan yang meniduri Lea?)
Ada empat pria selingkuhan yang muncul di 'Luminous Broken Days III'.
Karena ini dunia game, sudah bisa dipastikan salah satu dari mereka pelakunya.
Perlu diketahui, alasan para pria selingkuhan itu meniduri Lea memang bermacam-macam, tapi pada intinya, semua berujung pada nafsu mereka terhadap gadis itu.
Karena Lea adalah seorang heroine, gadis cantik, dan tubuhnya luar biasa. Apalagi dadanya G-cup. Mau tidak mau bagi para pria.
...Sekarang ini kepalaku belum bisa mengikuti semua yang terjadi tiba-tiba, tapi bagaimanapun juga, sepulang sekolah nanti aku harus memperkuat rencana ke depanku, termasuk memastikan siapa yang telah meniduri Lea.
Saat aku sedang memikirkan itu.
"Permisi."
Seorang siswi berambut emas bergulung vertikal, membawa kipas bulu mencolok, dengan mata merah seperti delima yang berbinar, masuk ke dalam kelas sambil membawa dua orang siswi lainnya.
Namanya adalah Josefine Weidenfeller. Dia adalah heroine yang muncul di 'Luminous Broken Days VIII'.
Yah, dengan penampilannya yang cantik dan dadanya yang bahkan melampaui Lea—yang juga seorang heroine meskipun dari seri berbeda—(berdasarkan pengaturan publik adalah I-cup), seorang gentleman eroge mungkin langsung tahu tanpa perlu dijelaskan.
Ngomong-ngomong, alasan dia yang berbeda kelas sengaja datang ke kelas ini adalah untuk bertemu dengan tunangannya yang juga pria yang di-NTR di 'VIII', Pangeran Kedua Lambert.
Akan tetapi, Pangeran Lambert sedang sibuk dengan perebutan takhta, jadi jarang sekali muncul di akademi.
Karena itulah, Josefine akhirnya di-NTR oleh pria selingkuhan.
"Sayangnya, Yang Mulia Lambert hari ini juga tidak hadir."
"Hmph! A-aku datang bukan untuk bertemu dengan Yang Mulia, tahu! Hanya kebetulan saja ada urusan di sini!"
Padahal aku memberi tahu dengan niat baik, Josefine malah naik pitam.
Kalau ini terjadi sebelum ingatan kehidupan sebelumnya kembali, mungkin aku sudah mendecak sekali atau dua kali, tapi karena aku tahu ini hanya sifat tsundere-nya yang kambuh, reaksi ini malah jadi semacam hadiah bagiku.
Terlebih lagi, saat menyaksikan langsung raut wajah kesepian yang dia tunjukkan sesaat, bukannya marah, aku malah justru merasa kasihan.
Dari reaksi Josefine itu, aku bisa tahu kalau dia belum di-NTR, tapi untuk jaga-jaga, coba kulihat.
――――――――――――――――――――
Nama: Josefine Weidenfeller
Jenis Kelamin: Wanita
Usia: 16
Ras: Manusia
Pekerjaan: Putri Duke (Pelajar)
Skill: [Gadis Antagonis]
Jumlah Pengalaman: 0 Orang
Tingkat Pengembangan (Mulut): 0
Tingkat Pengembangan (Dada): 0
Tingkat Pengembangan (Vagina): 0
Tingkat Pengembangan (Bokong): 0
Tingkat Afeksi: 30
――――――――――――――――――――
Ternyata benar, dia masih putih bersih... atau lebih tepatnya, masih semurni anak perempuan kelas bawah sekolah dasar. Beda sekali dengan Lea.
Meskipun skill-nya [Gadis Antagonis] itu membuatku sangat penasaran.
"...Kenapa kau memandangi aku terus?"
"Tidak, bukan apa-apa."
Aku balas ditatap tajam, jadi buru-buru kupalingkan pandangan.
Lagipula dia itu putri seorang Duke, statusnya jauh di atasku. Terlepas dari kehidupan sebelumnya atau game, kalau sampai dia menargetkanku, akan merepotkan dalam banyak hal... eh.
Entah kenapa, salah satu pengikut Josefine menatapku.
Namanya........................... "Pengikut A". Selain itu, aku tidak tahu.
Tunggu, aku tidak bercanda, lho? Di 'VIII', visualnya hanyalah karakter dot dua-kepala tanpa satu pun gambar still CG, benar-benar hanya Pengikut A yang secara nama dan kenyataan adalah NPC.
Sebaliknya, aku malah terkesan dengan perbedaan visual antara game dan kenyataan. Tidak, sungguh.
Atau lebih tepatnya, Pengikut A ini adalah gadis secantik heroine, ya?
Rambut bob tipis warna indigo, dan mata indigo yang menyimpan cahaya lembut.
Meskipun seangkatan, raut wajahnya entah kenapa berkesan dewasa, terlihat seperti kakak perempuan yang lebih tua.
Postur tubuhnya juga tidak bisa dibilang gemuk, tapi berisi dan tampak penuh kasih sayang.
Yang terpenting, dadanya itu, di antara Lea dan Josefine... kutebak sekitar H-cup.
Ini hanya kesanku saja, tapi aku merasakan aura keibuan yang amat kuat darinya.
(Se-sekadar untuk berjaga-jaga, coba kulihat statusnya saja...)
Memberi alasan yang tidak jelas pada diri sendiri, dengan rasa penasaran yang besar, kulihat status Pengikut A.
――――――――――――――――――――
Nama: Emma Balzer
Jenis Kelamin: Wanita
Usia: 16
Ras: Manusia
Pekerjaan: Putri Margrave (Pelajar)
Skill: [Makhluk Hidup Terkuat di Daratan]
Jumlah Pengalaman: 0 Orang
Tingkat Pengembangan (Mulut): 0
Tingkat Pengembangan (Dada): 0
Tingkat Pengembangan (Vagina): 0
Tingkat Pengembangan (Bokong): 100
Tingkat Afeksi: 0
――――――――――――――――――――
Ehhh... apa-apaan status ini.
Yang terutama, skill [Makhluk Hidup Terkuat di Daratan] itu apa? Apakah dia ditunggangi iblis di punggungnya?
Lalu, meskipun Jumlah Pengalamannya nol, hanya Tingkat Pengembangan Bokongnya yang mentok maksimal.
Itu artinya, Pengikut A adalah seorang anal addict yang hobi anal masturbasi?
"Ah... apa kau sekarang mengalihkan perhatianmu ke Emma?"
Saat aku terkejut melihat status Pengikut A, Josefine dengan seringai menahan tawa, entah kenapa memprovokasiku.
Apa jangan-jangan, dia salah paham sesuatu?
"Ti-tidak, bukan begitu..."
"Aku tidak menyangkal bahwa Emma adalah seorang lady yang menawan, tapi sebagai orang yang sudah punya tunangan, kau akan disalahpahami jika mengalihkan perhatian ke gadis bangsawan lain, tahu? Iya kan, Emma?"
"Benar, ya. Aku jadi salah paham, deh."
Atas pertanyaan Josefine yang terdengar seperti iseng, Pengikut A—Emma—menjawab dengan nada suara sedikit lambat sambil tersenyum lebar.
Tunggu dulu, 'salah paham' itu bohong, kan. Atau lebih tepatnya, dia yang lebih dulu menatapku.
Maka.
"...Kalau begitu, kau harus bertanggung jawab. Tentu saja, Tuan Nicholas."
Pengikut B, yang sedari tadi keberadaannya seperti udara, berkata begitu sambil melemparkan senyuman yang agak gelap.
Ngomong-ngomong, dia juga, meski tak perlu kuperhatikan dengan seksama... adalah gadis yang cantik.
Rambut ungu tua dengan gaya twin side-tail, dan mata amethyst. Yang paling mencolok, postur pendek dan wajahnya yang kekanak-kanakan. Elemen loli ini mendapat poin tinggi.
Akan tetapi, sebagai gantinya, untuk urusan dada, dia harus berkorban besar.
Jadi, kuperiksa status Pengikut B.
――――――――――――――――――――
Nama: Rosa Bierhoff
Jenis Kelamin: Wanita
Usia: 16
Ras: Manusia
Pekerjaan: Putri Marquis (Pelajar)
Skill: [Fujoshi Sejati]
Jumlah Pengalaman: 0 Orang
Tingkat Pengembangan (Mulut): 0
Tingkat Pengembangan (Dada): 16
Tingkat Pengembangan (Vagina): 23
Tingkat Pengembangan (Bokong): 0
Tingkat Afeksi: 30
――――――――――――――――――――
Dari segi status, yah, cukup normal, kurasa.
Tingkat Pengembangan Dada dan Vagina-nya juga terlihat hanya sekadar hobi masturbasi ringan.
Hanya saja, skill [Fujoshi Sejati] itu benar-benar tidak bisa kuterima.
Tidak perlu ada elemen BL di dunia eroge doujin yang menargetkan pria.
Para pendeta saat Upacara Pemberian Skill? Aku tidak tahu.
"Ehh... jangan-jangan kau mengalihkan perhatian tidak hanya padaku, tapi juga ke Rosa?"
Emma meletakkan tangan di pipinya dan berkata dengan nada bicara yang tenang.
Dia tersenyum, tapi tatapannya yang menyipit itu tidak tampak tersenyum, apa hanya perasaanku saja? Pasti bukan hanya perasaanku.
"Bu-bukan begitu. Hanya saja karena kalian selalu bersama Josefine-sama, aku jadi sedikit penasaran."
"Benar, kok. Aku tahu Tuan Nicholas bukan orang yang seperti itu."
Tunggu, apa yang kau ketahui tentangku?
Justru aku, belakangan ini, kalau ada kesempatan, ingin berkenalan dengan gadis-gadis cantik.
...Di kehidupan sebelumnya, sayangnya aku hanya punya pacar di dunia dua dimensi, dan sekarang setelah reinkarnasi, tunanganku sudah di-NTR.
Meski begitu, aku bisa membaca suasana, jadi tidak akan asal bicara.
Yang terpenting, mata Emma bahkan sampai sekarang tidak tersenyum sama sekali.
"...Kalau begitu, tidak apa. Ingat, kalau kau membuat Emma menangis, aku akan menguburmu."
"Tiba-tiba sekali ancamannya serem banget."
Kedua pengikut ini, padahal di gamenya cuma karakter dot NPC, kepribadian mereka lebih kuat daripada heroine atau pria selingkuhan.
Buktinya, Josefine sang heroine dan Theo sang pria selingkuhan benar-benar hanya jadi pajangan, ada apa ini?
◇◆◇◆◇
"Baiklah, apa yang harus kulakukan..."
Sepulang sekolah hari itu, saat berjalan gontai menuju townhouse keluargaku di ibukota kekaisaran, aku memikirkan rencana ke depan.
Sudah kukatakan berkali-kali, ini adalah dunia eroge doujin NTR. Satu-satunya bad ending bagiku sebagai pria yang di-NTR adalah saat tunanganku direbut oleh pria selingkuhan.
Dengan kata lain, meskipun mentalku akan hancur, tidak ada death end seperti di light novel reinkarnasi penjahat.
"Dalam artian itu, ini aman, tapi sayangnya ini skill sampah..."
Dunia ini adalah masyarakat supremasi skill. Orang yang memiliki skill cheat yang sangat hebat, meskipun rakyat biasa, masa depannya akan dijamin.
Di sisi lain, jika skill-mu sampah yang tidak berguna sama sekali, kau akan dicemooh oleh sekitar, dan bahkan ada rumor beberapa bangsawan yang sampai ditendang dari keluarga.
Karena [Status Open]-ku adalah untuk spesifikasi eroge, tak perlu dikatakan lagi, ini adalah skill sampah. Masa depanku hanya dipenuhi kecemasan.
"Tapi, membatalkan pertunangan dengan Lea adalah langkah yang tepat."
Pada dasarnya, pola NTR di 'Luminous Broken Days III' adalah Lea yang lengah diancam oleh pria selingkuhan untuk menyerahkan tubuhnya, dan pada akhirnya, sesuai judulnya, dia hancur dan jatuh ke dalam kenikmatan.
Jadi, seratus persen pria selingkuhanlah yang jahat, tapi meskipun begitu, memaafkannya, atau pura-pura tidak melihat dan melanjutkan hubungan dengan Lea, pasti akan membuatku menderita nantinya.
Aku, dan Lea juga.
Ya, karena itulah pembatalan pertunangan dengan Lea sudah menjadi rute yang pasti, tapi di samping itu, ada beberapa masalah.
Kalau aku mengajukan pembatalan pertunangan dengan Lea pada keluarga, alasan pastinya pasti akan ditanyai, dan aku, sebisanya, tidak ingin mengatakannya.
Meski begitu.
"Pengumpulan bukti untuk berjaga-jaga... dan selain itu, aku ingin membuat pria selingkuhan itu cukup menderita."
Seperti yang kukatakan tadi, di game ini, karena pria selingkuhan mengancam dan dengan paksa meniduri Lea, di dunia kehidupanku sebelumnya, ini seratus persen kriminal. Aku tidak bisa diam saja dan membiarkannya.
Atau lebih tepatnya, mana mungkin aku bisa diam saja menangis dalam hati setelah tunanganku di-NTR.
"Baik. Pertama-tama, selagi menjajaki kemungkinan membatalkan pertunangan secara halus pada keluarga, aku akan mengidentifikasi pria selingkuhan yang meniduri Lea, lalu memberinya hukuman."
Ada empat pria selingkuhan yang muncul di game. Aku, yang di kehidupan sebelumnya telah membuka semua event, mengetahui segalanya mulai dari di mana event itu terjadi, pola tindakan, pola pikir, hingga fetish para pria selingkuhan.
Mengidentifikasi pria selingkuhan mana yang meniduri Lea, atau mengumpulkan bukti, bukanlah hal yang sulit.
Karena aku telah memainkan tidak hanya genre NTR, tapi juga eroge doujin dari berbagai genre, mulai dari game mengharukan, cinta mesra, sampai yang super sadis hingga gore.
Bahkan jika terjadi perkembangan di luar dugaan yang berbeda dari skenario game seperti di light novel, aku bisa mengatasi semuanya dari segala arah. Jangan remehkan maestro eroge ini, ya.
Untuk membakar semangatku, aku menampar kedua pipiku, mengepalkan tangan dengan kuat, dan menatap langit yang berwarna jingga.
"............................Sialan."
Hanya itu yang bisa kulontarkan.
◇◆◇◆◇
"Ugh... gugup sekali..."
Sekarang, seolah sedang menunggu vonis hukuman mati, aku duduk meringkuk di townhouse keluargaku sambil gemetaran.
Perlu diketahui, di Akademi Kekaisaran Luminous, siswa diwajibkan tinggal di asrama setelah masuk, namun khusus hari itu, siswa yang telah melalui upacara dan menerima skill diberikan izin pulang ke rumah.
Tentu saja, untuk melaporkan tentang skill yang diperoleh kepada keluarga.
"Terlepas dari Ayah dan Kakak, aku tidak mau membuat Ibu menangis..."
Keluargaku adalah Keluarga Marquis Fleetrand, yang dikenal sebagai keluarga terhormat bahkan di dalam Kekaisaran.
Ayah yang keras, sejak aku bisa mengingat, tidak pernah kulihat beliau tertawa, dan Kakak yang mewarisi darah itu juga selalu terlihat sulit diajak bicara.
Kalau orang yang tidak kenal melihat mereka berdua, mungkin akan ketakutan dan langsung menangis.
Di sisi lain, Ibu selalu ceria, dan sangat baik hingga aku tidak pernah melihatnya marah.
Justru karena itulah, kalau tahu soal skill sampahku, dia mungkin akan shock sampai jatuh sakit.
"Ya, sebaiknya aku jangan bilang dulu tentang pembatalan pertunangan dengan Lea..."
Sudah cukup membuat keluarga kecewa dengan skill, ditambah lagi mengaku kalau tunanganku telah di-NTR, mulutku rasanya terkunci rapat untuk mengatakan itu.
Atau lebih tepatnya, pada saat aku mengatakannya, mental-ku mungkin akan hancur lebih dulu sebelum keluargaku.
"...Andai saja skillku tiba-tiba berubah menjadi skill cheat seperti di light novel."
Meskipun aku berpikir begitu, tentu saja [Status Open] tidak mengalami perubahan.
Ditambah lagi, meski bisa melihat status orang lain, aku tidak bisa melihat milik sendiri, benar-benar performa yang payah.
Yah, meskipun kalau jadi melihat Ero Status sendiri, mungkin berbagai sejarah kelam akan kembali bangkit, dan aku bisa mati karena malu.
Maka.
"Tuan Muda. Persiapan makan malam sudah siap."
Yang masuk setelah mengetuk pintu adalah Jacob, kepala pelayan yang telah lama mengabdi di keluarga Fleetrand.
Dia adalah pria tua tampan dengan rambut putih yang agak panjang diikat ke belakang.
"Aku mengerti, aku ke sana sekarang..."
Setelah menjawab begitu, aku berjalan dengan langkah berat menuju ruang makan.
Di sana.
"............................"
"............................"
"Ya ampun! Sudah lama sekali, Nico!"
Begitu masuk, Ayah dan Kakak melipat tangan dan menatapku dengan tajam tanpa bicara. Sebaliknya, kalau Ibu, dia melambai-lambaikan tangan dengan riang dan senang sambil tersenyum lebar.
Meskipun ekspresi dan sikap mereka bertolak belakang, aku merasakan tekanan hebat yang sama kuatnya dari mereka bertiga.
"Per-permisi..."
Dengan wajah gugup, aku perlahan duduk di kursiku.
Kuharap, tolong jangan perhatikan setiap gerak-gerikku.
Tapi, lebih dari itu, aku jadi yakin bahwa aku sama sekali tidak boleh memberitahu keluarga tentang kemampuan skillku yang sebenarnya.
Soalnya.
――――――――――――――――――――
Nama: Jürgen Fleetrand
Jenis Kelamin: Pria
Usia: 44
Ras: Manusia
Pekerjaan: Marquis
Skill: [Orang Berbakat Satu Abad Sekali]
Jumlah Pengalaman: 1 Orang
Tingkat Pengembangan (Mulut): 34
Tingkat Pengembangan (Dada): 100
Tingkat Pengembangan (Vagina): 0
Tingkat Pengembangan (Bokong): 24
Tingkat Afeksi: 30
――――――――――――――――――――
――――――――――――――――――――
Nama: Sabine Fleetrand
Jenis Kelamin: Wanita
Usia: 38
Ras: Manusia Binatang (Rubah)
Pekerjaan: Istri Marquis, Kepala Persekutuan Pembunuh Kekaisaran Luminous
Skill: [Rubah Ekor Sembilan]
Jumlah Pengalaman: 1387 Orang
Tingkat Pengembangan (Mulut): 10
Tingkat Pengembangan (Dada): 10
Tingkat Pengembangan (Vagina): 10
Tingkat Pengembangan (Bokong): 10
Tingkat Afeksi: 30
――――――――――――――――――――
――――――――――――――――――――
Nama: Alexis Fleetrand
Jenis Kelamin: Pria
Usia: 21
Ras: Manusia
Pekerjaan: Putra Marquis, Sekretaris Istana Kekaisaran (Untuk Pangeran Kedua)
Skill: [Rencana Licik Luar Biasa]
Jumlah Pengalaman: 0 Orang
Tingkat Pengembangan (Mulut): 0
Tingkat Pengembangan (Dada): 0
Tingkat Pengembangan (Vagina): 0
Tingkat Pengembangan (Bokong): 0
Tingkat Afeksi: 30
――――――――――――――――――――
Kalau Ero Status orang tuaku sampai terbongkar, bisa-bisa rumah tangga ini hancur.
Di sisi lain, status Kakak benar-benar masih murni. Benar-benar polos tak berdosa.
...Aku tidak sangka ya, tapi jangan-jangan, Kakak itu gay? Itu bukan lelucon, kan...?
"Jadi... Nico, skill macam apa yang telah kau terima?"
Ayah bertanya sambil mengambil pose Gendo.
Dia memancarkan atmosfer penuh wibawa, tapi setelah melihat status itu, ini malah jadi terlihat lucu.
Atau lebih tepatnya, fakta bahwa ayahku ternyata adalah seorang pecinta masturbasi puting, itu jelas-jelas traumatis, tahu.
"Ah, anu... sayangnya, bukan skill yang hebat."
"Coba katakan saja dulu."
"Hah?!"
Seolah tidak menerima bantahan, Ayah mendesakku dengan intimidatif.
Jangan sampai ketahuan. Jangan sampai aku ketahuan.
"Itu, namanya [Status Open], semacam bisa melihat informasi pribadi lawan..."
"Oh?"
Begitu mendengarnya, alis Ayah bergerak sedikit.
Bisa mendapatkan informasi lawan tanpa syarat. Biasanya, ini mungkin dianggap skill langka.
"...Sayangnya, yang bisa diketahui hanya nama lawan, jenis kelamin, usia, serta ras mereka."
Aku tidak bohong. Aku tidak bohong, kan.
Jadi seharusnya... Ibu yang menatap interaksiku dengan Ayah dengan tatapan yang tampak tidak memikirkan apa-apa, tidak menyadarinya.
Ibu itu, meskipun selalu memancarkan atmosfer seolah tidak sedang memikirkan apa pun, entah mengapa bisa langsung melihat kebohongan apa pun.
Tapi, setelah melihat statusnya, aku sedikit mengerti.
Karena pekerjaan Ibu adalah kepala persekutuan pembunuh.
Ditambah lagi, aku pikir dia manusia biasa, ternyata adalah manusia binatang, dan yang paling mencengangkan, Jumlah Pengalamannya adalah rekor seribu orang lebih.
Padahal Ayah hanya setia pada Ibu saja, perbedaan ini sungguh kejam.
Meskipun begitu, Tingkat Pengembangan di semua bagian tetap mentok di angka 10. Apakah itu berarti dia tidak puas dengan teknik erotis para pria, termasuk Ayah?
"...Huh. Padahal aku sudah menyempatkan diri pulang karena Nico diberi skill, tak tahunya hasilnya seperti ini."
Kakak berkata begitu dengan nada mengejek, lalu berdiri.
"Alexis, kau mau ke mana?"
"Aku kembali ke istana kekaisaran. Masih ada tugas menjaga pria itu."
Tanpa melirikku sedikit pun, Kakak keluar dari ruang makan.
Ngomong-ngomong, pria yang dimaksud adalah Pangeran Lambert, tunangan Josefine yang berperan sebagai pria yang di-NTR di 'VIII'.
Setelah itu, kami bertiga yang tersisa, berkat Ayah yang terlalu buruk dalam menyembunyikan perasaannya, makan malam penuh keakraban keluarga ini berlangsung dalam suasana yang canggung dari awal sampai akhir... tapi.
"Oh iya, soal tunanganmu..."
"Le-Lea maksudnya?"
"Ya, ya, itu namanya. Apakah dia juga baik-baik saja? ...Soalnya, Nico itu sangat menolak campur tangan kami dalam kehidupan akademi, kan? Jadi kami tidak begitu tahu bagaimana hubungan kalian berdua."
Ibu mencondongkan tubuhnya, lalu bertanya dengan tatapan sedikit kesal.
Saat masuk Akademi Kekaisaran, karena akan menjalani kehidupan asrama, aku meminta keluarga untuk tidak terlalu mencampuri urusanku.
Itu karena aku memaksakan diri untuk bisa mandiri dari keluarga, tapi ternyata itu menjadi hal yang baik.
Soalnya, kalau tidak begitu, ketahuanlah kalau Lea telah di-NTR.
Terlepas dari itu... bagaimana aku harus menjawabnya, ya.
"Ha, haha... berkat doa kalian, semuanya lancar..."
Aku hanya bisa memasang senyum palsu dan memaksakan diri mengucapkan kata-kata itu.
Aku benar-benar tidak bisa mengatakan kalau dia telah di-NTR. Tidak mungkin bisa.
"...Begitu. Syukurlah kalau begitu."
"Hah?!"
Sejenak, aku merasa Ibu mengeluarkan hawa pembunuh yang sangat kuat, tapi, i, ini pasti cuma perasaanku...
Begitulah, akhirnya aku berhasil melewati acara makan malam yang hanya terasa bagai siksaan ini.