[LN] Choppiri Ecchi na Sanshimai demo, Oyomesan ni Shitekuramasuka? Volume 2 - Prolog

  









Diterjemahkan Oleh: XER

"Fufu~. Selamat datang, Tenma-kun."

"Sudah menunggumu, Tenma-senpai!"

"Te, Tenma... jangan lihat-lihat aku terlalu banyak... ya?"

Begitu pintu kubuka, tiga suara menyambutku.

Lokasinya adalah sebuah pemandian air panas di tempat yang terpencil.

Pemandian terbuka (rotenburo) yang terbuka ke langit. Dari sela-sela bebatuan, air berwarna putih mengalir tanpa henti, dan uap air memenuhi sekelilingnya. Di kejauhan, terlihat pemandangan gunung yang dihiasi oleh rona hijau muda. Pemandangan alam yang terasa begitu agung ini pantas disebut sebagai pemandangan yang menakjubkan.

Dan di hadapanku, ada tiga gadis cantik. Mereka adalah tiga bersaudari keluarga Jinguuji, yang karena suatu alasan, kini tinggal bersamaku.

Karena tempatnya adalah tempat pemandian, mereka bertiga hampir telanjang bulat. Meski handuk disampirkan untuk menutupi payudara dan pantat mereka, kulit indah mereka terbentang di hadapanku.

"Hei, Tenma-kun. Kemarilah? Biar kucuci tubuhmu?"

Kakak tertua, Yukine-san, membuka kedua tangannya sambil menggoyangkan payudara besarnya dan berkata demikian.

"Sebelum itu, cuci tubuh Karin dulu! Boleh, kan? Tenma-senpai!"

Si bungsu, Karin, dengan suara polos yang manja, menyelinap memberikanku pandangan sekilas pada dadanya.

"Te, Tenma... Ayo, mandi bersama denganku..."

Lalu, kakak kedua, Tsukino, dengan wajah memerah, mengikuti gaya kedua yang lain.

Didekati dengan lembut oleh tiga bersaudari yang hampir telanjang dalam situasi seperti ini. Keindahan artistik mereka yang nyaris tanpa sehelai benang pun membuatku hampir terpana.

Tapi, ini bukan waktunya untuk itu.

Sambil melilitkan handuk di pinggang, aku meneriakkan pertanyaan yang wajar dengan suara keras.

"Kenapa kalian bisa ada di sini?! Ini seharusnya pemandian untuk cowok, tahu?!"

Sungguh, aku tidak mengerti.

Aku yakin sekali melewati tirai bertuliskan 'PRIA'. Tidak mungkin mereka ada di sini!

"Tapi kan kami adalah calon istrimu, Tenma-kun? Wajar dong suami-istri mandi bersama?"

"Ini juga bagian dari latihan jadi pengantin! Untuk masa depan, kita harus membiasakan diri dengan hal seperti ini!"

"Hari ini... khusus, tahu...! Ini juga bisa jadi latihan untuk mengatasi birahi..."

Tapi mereka berkata begitu tanpa rasa bersalah, seolah itu hal yang wajar.

"Gila-gila, hubungan suami-istri kita kan cuma pura-pura! Lagipula, gimana kalau ada orang lain yang datang?"

"Tenang saja~. Tidak akan ada orang yang datang ke sini. Tempat ini sewaan khusus kami, lho?"

Yukine-san membusungkan dadanya dengan bangga. Payudara besarnya bergoyang bruun di balik handuk.

"Tetap aja gak boleh! Hal-hal tidak sopan itu dilarang!"

"Sudah ah~. Jangan berkata seperti itu~. Eit!"

"Ubh?!"

Yukine-san tiba-tiba mendekat. Tangannya melingkari punggungku, lalu dia memelukku erat-erat.

Tubuhku menempel padanya karena gaya itu. Payudara alami Yukine-san yang empuk dan kenyal membungkus wajahku.

"Fufu~. Tenma-kun, anak baik ya~"

"──! ───!!!"

Kepalaku ditekan kuat-kuat, wajahku dihimpit ke dadanya.

Sensasi payudara yang lembut namun padat, dan hangat. Tekanan pai yang luar biasa itu menahan wajahku, membuatku tidak bisa bergerak.

"Tidak apa-apa~ Tenma-kun. Ini hanya untuk membersihkan tubuhmu. (Aku akan melayanimu dengan sempurna sebagai budak, ya♪)"

Sambil tertawa, Yukine-san berkata padaku yang berusaha melepaskan diri mati-matian. Tapi di kedalaman matanya, terlihat niat aslinya yang mesum.

Belum lagi, Karin dan Tsukino juga mendekat.

"Tenma-senpai. Membersihkan tubuh Karin harus didulukan! (Ayo saling lihat tubuh telanjang kita!)"

"Kalau kamu melakukan hal aneh... aku akan marah, beneran... (Aku ingin melakukan hal mesum dengan Tenma. Haaah haaah...)"

Karin yang bersemangat menunjukkan kulitnya dengan alasan 'pemandian air panas', dan Tsukino yang pipinya memerah.

Ini... mereka semua sedang birahi, ya?! Semua saudari ini diam-diam terangsang, kan?!

Kalau situasi ini berlanjut, hobby mesum mereka akan ketahuan! Cobalah menyembunyikannya dengan lebih hati-hati! Jangan sampai kalian bertiga terbawa nafsu—!

"Oi, hentikan, baka! Semuanya, menjauh dariku!"

Demi menyelamatkan keperjakaanku dan rahasia ketiganya, aku berteriak dengan putus asa.




Sebelumnya | Daftar Isi | Selanjutnya

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
NextGen Digital Welcome to WhatsApp chat
Howdy! How can we help you today?
Type here...