[LN] Choppiri Ecchi na Sanshimai demo, Oyomesan ni Shitekuramasuka? Volume 1 - Prolog

             









Diterjemahkan Oleh: XER

Haah… haah… Tenma-kun… Tenma-kun…

Pada suatu pagi.
Ketika aku tak sengaja terbangun, ada seorang gadis yang hanya mengenakan pakaian dalam terbaring di sebelahku.

…………Eh?

Mendadak dihadapkan pada situasi aneh dan janggal, aku membeku selama beberapa detik melihat gadis itu. Seorang gadis cantik dengan penampilan rambut panjang yang cocok untuknya, memberikan kesan sedikit dewasa.

Satu-satunya yang melindungi tubuhnya adalah bra dan celana dalam mini dengan pita kecil. Kedua tangannya dibelenggu dengan borgol, dan dia menggantungkan papan nama di lehernya yang bertuliskan 'SIAP UNTUK PELATIHAN'.

Rasa kantukku langsung hilang seketika.

A, ano… Yukine-san……!?

Dengan suara gemetar, aku memanggil namanya. Karena suatu alasan, aku memanggil nama gadis yang tinggal bersamaku ini.

Ah… Selamat pagi, Tenma-kun── bukan, salah ya. Master♪

Dengan pipi memerah dan senyum sensual, dia mulai mengatakan hal yang aneh.

Gak-gak, aku bukan Master-mu. Lagipula, kamu tuh ngapain, sih……?

Seperti yang kamu lihat, ini tidur bersama, kan? Aku berniat memberikan pelayanan pagi untuk Master.

Sambil berkata begitu, dia semakin mendekatiku.

Orang ini, dari pagi buta sudah melakukan hal yang berbahaya secara etika…!

Ini buruk, aku harus segera melarikan diri. Aku tidak bisa tinggal di sini seperti ini.

A, anu… Tidur bersama atau yang lain tidak perlu. Aku akan segera bangun.

Agar tidak terbawa dalam permainan aneh, aku melepas selimut futon dan turun dari tempat tidur.

Namun.

Gak usah sungkan-sungkan, lho~? Aku akan memberikan pelayanan apa pun untuk Master

Sambil berkata begitu, Yukine-san meletakkan kedua tangannya di belakang dan melepaskan kait bra-nya.

Na……!?

Dengan kata-kata yang sederhana, payudaranya sangat BESAR. Bersamaan dengan bra yang terlepas dan jatuh, payudara yang tadinya tertahan bergelombang bruun dan bergoyang, memperlihatkan wujudnya di depan mataku.

Aku segera memalingkan wajah, mengeluarkan keberadaannya dari pandanganku.

Namun, Yukine-san mendekatkan tubuhnya padaku dan menyentuhkan payudara besarnya padaku.

Master. Tolong latih aku dengan semaumu…♪

Nih orang, serius… Dia benar-benar berniat melampaui batas!

A, aku tolak! Aku gak bisa begituan!

Ah, tunggu! Master!

Dengan paksa aku melepaskan tangan Yukine-san, dan dengan panik keluar dari kamar.

Di balik pintu ada lorong yang panjang. Sebelum diserang lagi, aku berlari dan berusaha keras menjauh darinya.

Lalu, pada saat itu. Di ujung lorong, aku bertemu dengan seorang gadis lain.

Fuwa~a… Hm, selamat pagi. Tenma-senpai

Seorang gadis yang menunjukkanku senyuman. Dia juga adalah seorang penghuni bersama. Adik perempuan Yukine-san, Karin.

Karin sepertinya juga baru bangun, melakukan peregangan besar-besaran Nn~ di depan kamarnya.

Dengan pakaian hanya berupa celana dalam.

!!!!!???

Terlalu terkejut, kakiku berhenti. Dia sepenuhnya memperlihatkan tubuh mungilnya yang imut, kecuali bagian yang tersembunyi oleh celana dalamnya.

Aku segera menggunakan tanganku untuk menutupi dan menyembunyikan kedua mataku.

He, hei, hei! Kenapa kamu gak pakai baju!? Dan kenapa kamu tidak menutupinya!?

Tidak perlu menyembunyikan atau apa, kan~? Soalnya Karin… ingin dilihat lebih banyak oleh Senpai

Guh……!?

Dia ini, sama sekali tidak menunjukkan perlawanan saat dilihat olehku dalam keadaan berpakaian dalam.

Nee, Senpai. Kalau mau, tolong lihatlah lebih banyak. Penampilan Karin yang sangat H ini.

Ja, jangan! Berhenti! Jangan mendekat!

Karin mendekatiku dalam keadaan setengah telanjang.

Atau mungkin, celana dalamnya juga dilepas?

Dan dia bahkan berniat melepaskan benteng terakhirnya sendiri.

Apa Karin meletakkan tangannya di celana dalam? Suara gesekan kain shururu… terdengar.

Uwaaaaaaaaaah! Ja-Jangan dilepasaaaaaaa!

Aku melewati sisinya dengan berusaha tidak melihat tubuh telanjangnya.

Ah, Senpai! Tolong jangan lari!

Aku mengabaikan perintahnya, dan menuruni tangga di depan.

Di tengah jalan, aku hanya menolehkan wajah ke belakang, waspada apakah dia mengikutiku. Aku terus berlari di lorong lantai satu.

Namun, itu adalah kesalahan.

Eh……? Kyaaah!?

Saat aku melihat ke belakang, dengan timing yang buruk, seorang gadis lain keluar dari kamar sebelah.

Kakak perempuan Karin dan adik perempuan Yukine-san. Penghuni bersama terakhir, Tsukino.

Karena wajahku menoleh ke belakang, aku terlambat menyadari kehadirannya.

Uwah!?

Akibatnya, aku menabraknya dengan keras. Kami pun jatuh bersamaan ke lantai.

A, aduh… Gek!?

Kulihat, aku terjatuh dalam posisi seperti mendorongnya. Tepat di depan mataku ada wajah cantik Tsukino yang dibubuhi riasan natural.

Dan di tangan kananku ada sensasi lembut… Saat jatuh, aku tanpa sengaja memegang payudaranya.

Ma, maaf Tsukino! Ini gak sengaja!

Aku telah melakukan hal yang buruk. Meski ini kecelakaan, melakukan hal seperti menyerangnya…

Sambil meminta maaf, aku bangun dan segera berusaha menjauh dari Tsukino.

Tapi pada saat itu, dia justru menangkap tanganku.

Eh?

Masih pagi-pagi sudah berani sekali ya. Tenma…

Berkata begitu, Tsukino menarik tanganku.

Aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh lagi ke lantai.

Kali ini, Tsukino-lah yang berada di atasku dalam posisi seperti mendorongku.

Eh… eh? Apa yang dia lakukan?

Tapi… kalau dengan Tenma… gak apa-apa, lho?

Tidaaaaaak! Jangaannnn! Pasti gak boleeeeeeeeh!

Tsukino memegangi lenganku sehingga aku tidak bisa bangun, sambil dengan tangan yang satunya melepas dasi seragamnya. Matanya terlihat sedikit berbinar, jelas terlihat sedang bersemangat.

Dalam keadaan seperti ini, aku pasti akan diserang. Matanya membuatku merasa ketakutan.

——Kenapa bisa sampai begini?

Saat ini, karena suatu alasan, aku tinggal bersama ketiga saudari ini. Bersama tiga saudari yang isinya hanya orang-orang abnormal ini.

Hidup di rumah ini yang penuh dengan perempuan cabul, bagaikan hidup yang penuh dengan incaran terhadap kesucianku. Dalam hidupku, sesuatu yang aneh seperti ini sama sekali tidak bisa kubayangkan.

Tapi, kalau dipikir-pikir sekarang. Mungkin semuanya sudah mulai sejak saat itu.

Sejak hari ayah mereka menitipkan pekerjaan itu padaku.

Sejak hari aku mulai tinggal bersama Tsukino, Karin, dan Yukine-san di rumah ini——. 

Posting Komentar

Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.
NextGen Digital Welcome to WhatsApp chat
Howdy! How can we help you today?
Type here...